Sudah yakin dan punya niatan mau mengajak orangtua bertualang keliling Eropa? Apa saja sih yang harus dipersiapkan? Rumit nggak persiapan jalan-jalan bersama orangtua ke Eropa? Berapa sih dana yang harus disediakan? Harus bawa rice cooker nggak ya? Eh ternyata ada yang lebih rumit dari hal-hal pokok tersebut,mau tahu apaan? Lanjut baca yuk 😉

persiapan jalan-jalan bersama orangtua ke Eropa

Uang

Iya dong, kalau mau traveling enak dan menikmati ya harus ada dana. Banyak pertanyaan berapa sih habisnya keliling Eropa? Jawabannya tentu beda-beda, tergantung bagaimana style traveling kalian. Menurut aku sih ada tiga kategori: 

  • Luxurious traveler bisa mulai dari 100€/hari, udah bisa tidur di hotel yang lumayan berbintang, makan enak dan masuk ke wahana di negara tersebut.
  • Standard traveler  mulai dari 50€/hari, ini yang bisa aku pakai. Dengan anggaran segini aku biasanya sudah bisa makan enak di restoran, masuk ke wahana / museum dan bermalam hotel/ apartemen yang bersih, dengan ulasan yang baik dengan lokasi di tengah kota (note: hotel tengah kota penting banget buat menghemat uang transportasi di dalam kota, karena menurutku kalau kalian mengunjungi suatu kota di Eropa lebih enak dinikmati dengan berjalan kali, kecuali kota-kota tertentu seperti Paris!
  • Budget traveler mulai dari 0€/hari,LOL! Kalau mau jalan-jalan bersama orangtua aku tidak menganjurkan untuk memakai kategori ini. Tapi mungkin nggak sih traveling mulai dari 0€/hari di Eropa? Jawabannya, sangat memungkinkan! Lain kali aku bakal tulis pengalaman solo travel ku di Eropa dengan almost no budget. 😉

 

Visa

Indonesia itu indah, lebih indah daripada negara manapun. Dan menurutku menjadi warga negara Indonesia itu susah, susahnya karena kesaktian paspor hijau kita bisa di katakan belum seberapa. Makanya mau kemana-mana harus membuat permohonan visa, terutama kalau kalian ingin ke Eropa. Pembuatan visa ke wilayah Schengen Eropa nggak serumit yang kalian bayangkan. Kalau dokumen.dokumen kalian sudah lengkap dan memenuhi syarat, sudah pasti visa kalian akan disetujui. Untuk detail pembuatan visa bisa kalian cek di artikel “Cara membuat visa schengen Jerman dengan undangan”.

 

Rencana Perjalanan

Sebelum menyusun rencana perjalanan, yang  perlu kalian lakukan adalah mulai membaca  informasi tentang negara-negara di Eropa, bagaimana iklimnya, apa saja yang harus dikunjungi dan keadaan negara setempat. Seringlah bercerita kepada orangtua kalian tentang gambaran negara-negara Eropa atau kalian bisa putarkan video-video perjalan keliling Eropa yang bisa kalian temukan di YouTube. 

Menyusun rencana perjalanan untuk orangtua sebenarnya gampang-gampang susah. Kalian harus pandai memilih tempat, kondisi dan mengatur waktu. Biasanya kalau aku traveling, aku jarang menyusun rencana perjalanan, tetapi karena ini bareng emak jadi aku bikin full program yang semuanya sudah booking in advance, nggak nyesel sih jatuhnya jauh lebih murah dan terkoordinir. 😀

Pertimbangan untuk melakukan perjalanan keliling Eropa dengan full program ini aku buat berdasarkan; ini merupakan pertama kalinya emakku ke Eropa dan beliau mempunyai keinginan untuk melihat seluruh Eropa, disamping itu usia juga kondisi beliau masih mampu untuk melakukan petualangan panjang.

 

Barang yang harus dibawa

persiapan jalan-jalan bersama orangtua ke Eropa

Aku dan emak traveling pada musim semi, cuaca belum begitu panas tetapi juga tidak terlalu dingin, cuma masih banyak angin. Selama 21 hari keliling Eropa, konsep traveling kita adalah travel light alias cuma pake hand luggage aja yang batasannya max. 10 kg, kita cukup bawa 2 celana panjang, 1 rok, 5 atasan, sebuah sweater, 2 kaos buat tidur, banyak baju dalem dan sebuah gaun (siap-siap kalau misal mau party atau dinner gitu). Utamakan bahannya yang tipis, nggak perlu tebal-tebal karena kita akan pakai jaket terus.

Yang harus diantisipasi saat traveling dengan emak yang lumayan fashionable (LOL! ini yang aku bilang hal lumayan rumit dibandingkan persiapan pokok lainnya), beliau nggak mau pakai jaket yang sama sepanjang perjalan keliling Eropa. Untungnya sih badan aku dan emak nggak beda jauh, jadi kita bisa bertukaran jaket. Utamakan jaket yang tahan air dan angin. Handuk juga kalau bisa bawa yang Microfiber, jadi cepat kering dan nggak makan tempat. Kaos kaki juga bawa yang banyak, waktu itu aku juga bawa dua buah sepatu, 1 sepatu kets dan sepatu balerina.

Selain baju, obat-obatan juga penting, karena kita sering jalan, jangan lupa bawa plaster buat kaki lecet, minyak urut dan counterpain (yang kecil kurang max. 100ml). Untuk alat mandi bisa kalian beli di sini,di supermarket harganya pun masih terjangkau. Saus sambal atau Boncabe! 😀 Penting itu, karena rasa sambal maupun cabe di sini kurang pas untuk lidah orang Indonesia.

Gimana dengan alat masak, seperti rice-cooker? Nggak perlu sama sekali, dengan standard budget kalian bisa memilih akomodasi yang ada fasilitas dapurnya. Masak nasi pakai panci biasa bisa juga kan? 😀

 

Mental dan kondisi kesehatan

Sebelum emak berangkat ke Eropa, aku selalu bilang, bagaimana keadaan Eropa. Wajib kalian ketahui, traveling di Eropa harus kuat fisik, Jalan! Walaupun kalian lebih milih naik angkutan umum, tapi jarak dari satu lorong ke lorong kereta lain cukup jauh. Kecuali kalau kalian mau ambil taxi buat pergi kemana-mana, ada juga alternatif lain dengan naik hop on hop off, harganya lumayan mahal menurutku tapi worthed lah.

Kondisi si emak alhamdulillah  cukup kuat untuk jalan, walaupun setelah pukul 17.00 beliau sudah kelelahan, jadi kalau kita jalan lebih suka milih pagi-pagi sekali (walaupun masalahnya di aku yang nggak bisa bangun pagi 😀 ). Jadi kalau kalian traveling dengan orangtua, pandai-pandailah baca rhythm kondisi mereka. 😀
Salah besar kalau kalian mengira orangtua kalian sudah tua dan nggak mampu menempuh perjalanan jauh ataupun panjang. Yang paling penting kalian harus menumbuhkan rasa percaya diri mereka, kalau mereka masih kuat untuk traveling seperti kalian. Setiap hari kita jalan dari pukul 11.00 sampai pukul 20.00 kadang juga pukul 22.00 baru sampai rumah.

Jadi masih mikir buat mengajak orangtua kalian jalan-jalan? Nunggu apalagi, serius nggak ada batasan umur untuk mereka pergi traveling.

Facebook Comments

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons
%d bloggers like this: