Juhuuu, fresh from the oven nih. Sebelumnya selamat tahun baru yah, semoga di tahun 2018 ini bakal lebih JOSS!!!! Dan maafkan sudah lama absen, keasyikan liburan sih 😛

Post kali ini aku bawa cerita, liburan awal tahunku ke Zakopane-Krakow, Polandia. Mau tahu gimana murahnya eropa timur dan itinerary aku ke Zakopane-Krakow, Polandia? Scroll ke bawah aja terus 😀


Zakopane, Polandia
Zakopane, Polandia

Berawal dari nemu tiket PP dari maskapai Ryanair Berlin (Germany) – Krakow (Poland) cuma 15€ dan jatah libur masih banyak, akhirnya liburan awal tahun 2018 aku nikmati di Krakow, Polandia. Kali ini ada yang beda dari traveling aku, yang biasanya aku bawa buntut tapi kali ini aku sendirian, hehe! Kangen juga euy, solo travel. 😀

Pertama kali mau nyusun itinerary, yang berada di kepala aku, butuh berapa hari ya ke Krakow? Banyak yang bilang sih minimal empat hari, hmm.. tapi empat hari pasti nggak cuma di Krakow aja. Obyek wisata di Krakow yang wajib dikunjungi setahu aku; Auschwitz concentration camp, Wieliczka salt mine dan pusat kotanya. Akhirnya voilaa!!! Yaapp, ternyata mereka yang ngasih saran minimal empat hari itu buat trip keluar kota Krakownya juga.  Zakopane!

Zakopane adalah sebuah kota yang terletak di pegunungan Tatra bagian selatan negara Polandia , tidak jauh dengan perbatasan negara Slovakia. Zakopane terkenal sebagai ski resort dan area pegunungan Tatra national park. Apa aja sih yang bisa dilakukan di Zakopane? Main ski, main snowtubing, menikmati cantiknya pegunungan Tatra dan bagi yang niat kalian bisa trekking di Tatra national park sampai ke danau Morskie oko. Buat kalian yang nggak punya waktu banyak untuk bermalam di Zakopane, dari Krakow juga terdapat day trip, dapet apa aja? Kurang tahu sih soalnya aku nggak ambil day trip melainkan aku stay selama 3 hari di sana.

Setelah baca informasi kanan kiri, terbentuklah Zakopane Krakow, Poland itinerary sebagai seperti di bawah ini 😀

 

Itinerary Zakopane-Krakow, Poland
Itinerary Zakopane-Krakow, Poland

Tapi apalah daya Zakopane Krakow, Poland itinerary hanyalah itinerary, Zakopane ternyata lebih memikat hati daripada Krakow sendiri, hampir aja mau batalin ke Krakow karena saking senengnya di Zakopane. LOL.


H1; Berlin, Krakow, Zakopane

 

Zakopane
Zakopane, Poland
Zakopane, Poland
Zakopane, Poland

Bisa dibilang hari pertama liburan kali ini aku lumayan apes. Saking excitednya buat liburan, yang seharusnya aku ke airport pukul 05.00, entah kenapa pukul 04.00 aku sudah sampai bandara Schönefeld (Berlin, Germany) :/ Dan berlanjut dengan pesawat yang aku naiki muter-muter nggak karuan selama 45 menit karena nggak bisa landing di Krakow. Aku pikir balik lagi ke Berlin gara-gara saking lamanya nggak landing. 🙁 Setelah akhirnya landing dengan selamat, teng tong!!! Landingnya bukan di bandara Krakow, melainkan Rzeszów yang terletak lebih 160 km dari Krakow. 🙁

Dari bandara Rzeszów, pihak maskapai Ryanair menyediakan bis untuk melanjutkan perjalanan sampai airport Krakow. Namun apesnya lagi, MACET!!! Kurang lebih pukul 12.00 kami sampai dengan muka lecek dan rasa lapar yang bertubi-tubi di bandara Krakow (Johannes Paul II. Krakow-Balice), jadi total perjalanan yang seharusnya cuma 1 jam 15 menit, jadi 5 jam 🙁 Syukurlah aku belum booking tiket bis ke Zakopane, kalau nggak hanguslah itu tiket. Ternyata ada untungnya juga travel spontan gini.

Setelah sampai di bandara Johannes Paul II. Krakow-Balice dan narik duit di atm (aku lebih suka ambil uang di atm langsung daripada nukerin uang di money changer), aku melanjutkan perjalananku ke pusat kota Krakow menggunakan kereta, karena untuk menuju ke Zakopane aku harus menggunakan bis/kereta dari stasiun utama krakow. Harga tiket kereta dari bandara Johannes Paul II. Krakow-Balice ke pusat kota 9pln(tiket bisa dibeli ditas kereta atau di mesin penjual tiket), kalian bisa juga naik bis, tapi bisnya waktu itu masih agak lama datengnya dan aku sudah trauma dengan kemacetan di Polandia. Meskipun selama penerbangan dan perjalanan dari Rzeszow aku tidur terus sih. LOL!

Setelah sampai di stasiun kereta Glowny(stasiun kereta kota Krakow), cari aja papan petunjuk dimana letak stasiun bis, letaknya hanya bersebelahan dengan stasiun kereta. Gampang banget, nggak bakal nyasar. Oh ya, ada dua buah stasiun bis, yang bawah untuk bis lokal, yang atas untuk bis cepat. Jadi kalau kalian ingin ke Zakopane atau ke Auschwitz concentration camp kalian harus naik bis cepat.

Dari Krakow ke Zakopane ada berbagai macam bis provider, yang paling terkenal adalah PolskiBus. Tapi untuk polski bus kalian harus booking in advance. Sedangkan aku naik Szwagropol, harganya lebih murah, fasilitasnya sama dan enaknya tiket bisa beli langsung di pak supirnya. 🙂

Sesampai di stasiun Glowny, karena jadwal lumayan acak-acakan, rencananya sih mau lihat kota krakow sebentar. Tapi sialnya, hujan! Akhirnya aku cuma makan siang di dekat stasiun, ah restoran ini Jagienka Kuchnia polska menurut aku lumayan banget, dari segi rasa, harga dan keotentikan masakan poland.

Tepat pukul 14.55 aku berangkat menuju Zakopane. Perjalanan dari Krakow ke Zakopane memakan waktu 1 jam 45 menit, tapi plus macet entah jadi berapa jam. Haha! Pukul 18.00 aku tiba di Zakopane. Yaayyy!!! Akhirnya berakhir perjalanan panjangku,tapi sudah gelap jam segitu. Dari stasiun bis Zakopane aku berjalan menuju hostel, hostel aku namanya Target hostel. Aku rekomendasiin hostel ini kalau mau ke Zakopane, waktu itu aku pilih kamar dengan 6 tempat tidur. Kamar mandi dan dapurnya selalu bersih dan mbak-mbak resepsionisnya baik banget! Keramahan resepsionis dari sebuah hostel/hotel menurutku penting banget, karena biasanya mereka bisa kasih rekomendasi dan jawab pertanyaan-pertanyaan kita tentang kota yang sedang kita kunjungi.

Setelah istirahat sebentar, nggak banyak yang bisa aku lakukan di Zakopane malam ini, pengennya sih langsung main ski tapi mbak-mbak resepsionisnya bilang besok pagi aja, yasudahlah.

Akhirnya aku jalan ke pusat kota Zakopane. Pusat kota Zakopanenya lumayan kecil, di kanan kiri banyak terdapat pertokoan dan penjual suvenir. Lumayan sih buat jalan-jalan santai sama makan malam. Sambil mikir besok pagi mau ski atau ke Morskie Oko.

Jujur ya, aku takut trekking ke Morskie Oko sendirian, karena banyak yang bilang kalau nggak ada pengalaman trekking dan punya peralatan lengkap, mendingan nggak usah ke sana. Terus kalau mau ke Morskie oko harus berangkat pagi banget, jangan kemalaman karena ada beruangnya di sana. LOL! Eh tapi nggak cuma aku yang takut ke sana sendirian, soalnya waktu hari H aku mau berangkat trekking, ada dua cewek yang menginap di target hostel ketakutan juga mau trekking ke Morskie Oko. Mereka sampai tanya ke resepsionisnya emergency number (btw memang emergency number itu penting buat disimpan di hp kalian), terus mereka tanya juga kalau di sana nggak ada orang yang trekking gimana dan resepsionisnya jawabinnya santai banget setengah ngetawain mbak-mbaknya. <–hasil nguping nih, haha!

Setelah mempertimbangkan dengan matang, karena pengen banget Ski dan ke Moskie Oko akhirnya aku memutuskan untuk menghabiskan hari ketiga di Zakopane (jadi Itinerary memang hanyalah itinerary) LOL! Dan fix! Besok pagi-pagi aku bakal ke Gubalowka buat main ski.

 

 

H2; Gubalowka, Zakopane

Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland

Di Zakopane terdapat banyak pegunungan untuk main ski, yang paling dekat dengan pusat kotanya dan wajib dikunjungi adalah Gubalowka dan Kasprowy Wierich. Karena masih pemula dan lagi sendirian, aku memilih ke Gubalowka. Gubalowka adalah salah satu pegunungan di Zakopane dengan ketinggian 1126 meter, sedangkan Kasprowy Wierich 1987 m.

Selain kalian bisa main ski  terdapat pasar juga di Gubalowka, kalian bisa belanja suvenir, cuma hati-hati jangan sampai lupa diri karena saking murahnya. Hahah! Aku aja rencana kalau kesana lagi, tapi berangkatnya nggak bawa apa-apa  biar bisa belanja banyak. 😀

Gubalowka, Zakopane, Poland
“baby mbeek..” Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Poland
Pasar Gubalowka, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland
Oscypek- smoked cheese, Zakopane
Gubalowka, Zakopane, Poland
Gubalowka, Zakopane, Poland

Setelah puas jalan-jalan di Gubalowka, waktunya untuk main ski. Buat yang nggak bisa main ski kayak aku, LOL! Kalian bisa ambil kursus ski di wypożyczalnia, Gubalowka, tempat skinya paling pojok kalau kalian belok ke kanan dari stasiun turunan funicular railway. Dengan membayar pelatih 80 Pln (1jam) kalau kalian niat pasti langsung bisa. 😀

Ski di Zakopane menurutku murah banget kalau dibandingkan dengan di Swiss atau Austria. Mudah-mudahan sih winter ini bisa ke sana lagi, tapi satu minggu full pengennya di Zakopane.

 

Gubalowka Ski
Ski in Gubalowka
Gubalowka ski
Gubalowka ski
Gubalowka ski
Gubalowka ski

Walaupun masih pukul 17.00 hari sudah mulai gelap, traveling di Eropa saat musim dingin, yang harus kalian tahu pukul 16.00 sudah mulai gelap. Jadi yang pengen foto-foto terang, pukul 08.00 harus sudah keluar dari penginapan. (Males banget kan?)

Setelah selesai main ski, aku masih kepikiran tentang rencanaku ke Morskie Oko besok pagi. Masih nggak yakin sih buat berangkat sendiri, selain itu aku juga agak takut kalau cuaca nggak mendukung. Tapi sayang banget kan sudah sampai Zakopane pas winter nggak kecapaian buat ke frozen lake Morskie Oko. Dan karena niat adalah niat, pucuk dicinta ulam pun tiba, seketika aku lihat ada tiga cowok ngobrol pakai bahasa Indonesia.

Psstt…aku jujur suka trauma  buat menyapa orang indonesia di Eropa. Bukan pengalaman langsung sih, tapi temenku sering diketusin, haha. Jadi setiap ketemu orang Indonesia di Eropa, selalu aku cuekin kalau tampangnya malesin, hahah, daripada kena kacang kan? LOL

Tetapi gara-gara butuh, (butuh temen buat ke Morskie oko) pelan.pelan aku samperin ini tiga anak, padahal aku udah jalan lebih dari lima langkah buat turun ke Zakopane. Hahaha

“Eheemm.. eh mas-masnya dari Indonesia ya??” sapaku dengan nada pura-pura kaget, haha!

“Eh iya. wah ketemu orang Indonesia juga…” sapa mereka balik.

Fuiihh!!! Untung mereka nggak kacang, hahaha

Setelah ngobrol basa-basi,” mas-masnya besok mau pada kemana?” tanyaku penuh harap.

“Oh kita mau ke Morskie Oko, kita ke sini buat ke Morskie Oko.” jawab salah satu dari mereka.

“Wah, boleh barengan dong! Aku juga mau kesana!!” Pintaku dengan mata berbinar. LOL

Akhirnya tersepakatilah besok pagi pukul 08.00 ketemu di stasiun bis Zakopane, asyiikk!!! 😀

 

H3; Morskie Oko, Tatra national Park

Morskie Oko
Morskie Oko

Setelah sarapan di hostel dan packing bekal (aku sarankan bawa bekal buat trekking ke Tatra national park) aku menuju ke stasiun Zakopane.

Bekal yang aku bawa;

  1. dua buah sandwich (takut kelaparan, LOL)
  2. satu botol kecil air putih
  3. satu botol coke
  4. sebatang coklat
  5. snack asin (bukan kripik ya, tapi sejenis sausage)
  6. Ps: rata-rata orang yang dari Poland yang ke Morskie Oko pada bawa Vodka, bener juga ya,dingin-dingin plus pemandangan yang cantik minum yang bikin anget-anget, (lain kali bawa ah, hahah!)

Pukul 08:00 tepat aku ketemu sama tiga anak indonesia; Lawrence, Mares dan Pomto. Untuk ke Morskie Oko, kalian harus naik angkot, angkotnya bisa ditemukan di stasiun Zakopane. Cari aja angkot yang bertuliskan Morskie Oko dan tiket seharga 10 Pln bisa beli di pak supirnya langsung. Scene-nya kayak di tanah abang gitu deh, supirnya teriak-teriak, ” Morskie Oko, morskie oko!” hahahaha.

Setelah 45 menit perjalanan dari Zakopane, sampailah kami di parkiran Tatra national park. Di sini kalian harus membayar tiket masuk, untuk pelajar 2,5 Pln, regular 5 Pln. Setelah masuk ke Tatra national park, ada dua pilihan untuk ke Morskie Oko, naik kuda (50 Pln) atau jalan, oh bisa juga sebenarnya naik mobil. Kalau kalian pilih naik kuda atau naik mobil, kalian tetap harus jalan sekitar 2,2km dari parking lot-nya.

 

Tatra national park
Tatra national park
Tatra national park, Poland
Nah kan jalan trekkingnya datar-datar aja, nggak selebay yang ditulis di artikel lain 😛
Tatra national park, Poland
Tatra national park, Poland
Tatra national park, Poland
“Selfie dulu yuk mas-mas, kurang berapa kilometer lagi nih?” 😛

Jarak trekking ke Morskie Oko PP 18km jadi sekitar 5 jam bolak balik, tapi tergantung kemampuan kalian jalan dan medannya. Sebelum kesana, seperti yang aku bilang tadi, katanya…medannya susah buat jalan apalagi kalau lagi saljuan. Menurut aku, biasa aja (haha! sombong), kecuali kalau kalian ambil jalan pintasnya, licin euy!!

Morskie Oko, Sea eye
Kalau kalian sudah melihat rumah ini, tandanya kalian sudah sampai di Morskie Oko
MOrskie Oko
Jalan turun ke danau Morskie Oko

Morskie Oko, apasih morskie oko, kok orang-orang pada ngebet pengen ke sana? Morskie oko atau terkenal dengan sea eye adalah danau terdalam ke empat yang terletak di pegunungan Tatra. Biasanya waktu musim panas banyak pengunjung yang berdatangan dan ajaibnya waktu winter, danau ini membeku, jadi kalian bisa uget-ugetan di atas danau yang membeku 😀

Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko
Mau gaya apapun bebas, mumpung ketemu salju 😀

Di Morskie Oko terdapat juga restoran dan cafe yang terletak di parking lot paling atas dan di tepi danaunya. Jadi jangan khawatir bagi yang males angkut-angkut bekal.

Sekitar pukul 14.00 dan merasa puas menikmati Morskie Oko kami memutuskan untuk pulang, karena merasa sangat lelah akhirnya kami  naik kuda. Harga naik kuda menuruni bukit 40 Pln. Saking capeknya dan berasa keenakan kami hampir ketiduran, baru kerasa ternyata perjalanan naik gunung yang cuma 9 km jauh banget jaraknya.

 

Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko
Morskie Oko

Sesampai di area parkir Tatra national park, kami naik angkot (10pln) untuk kembali ke Zakopane. Sebenarnya rencana awal tadi pagi, habis Morskie Oko kami ingin main ski bareng. Tapi apadaya kakiku sudah babak lebur, ya gara-gara jatuh bangun main ski kemarin dan trekking hari ini. LOL

Sampai ke Zakopane dan berpamitan dengan ketiga pemuda Indonesia ini akupun kembali ke hostel untuk mengambil backpack yang aku titipkan di resepsionis. Sempat aku chit-chat dengan mbak-mbak resepsionis, sebenernya pengen maksa main ski karena masih pukul 16.00 dan aku pikir aku bisa pergi tengah malam ke kota Krakow, toh aku juga belum beli tiket bis ke Krakow. Tapi setelah menimbang karena besok pagi aku ada tour ke Auschwitz dan kondisi kaki yang tidak memungkinkan untuk jalan, akhirnya aku putuskan untuk langsung ke kota Krakow.

Rencana untuk pulang ke Krakow aku pengen mencoba Polskibus, tapi karena harus booking in advance jadi tidak memungkinkan. Setelah aku check GoEuro bus Szwagropol yang kemarin aku tumpangi masih pukul 19.00, syukurlah ada opsi lain :D, car sharing (16Pln) Zakopane-Krakow yang jalan 15 menit lagi dan meeting point-nya pun cuma di stasiun Zakopane (3 menit jalan dari hostel). Setelah booking lewat GoEuro, akupun berjalan menuju stasiun bis Zakopane untuk bertemu si-driver.

Car sharing di Eropa merupakan alternativ murah dan cepat, tapi kurang bisa diandalkan kalau jadwal kalian nggak fleksibel. Karena kadang-kadang drivernya batalin perjalanan dengan alasan tertentu, nah kalau sudah gitu lumayan apeskan harus nyari kendaraan lain lagi. Iya kalau ada, kalau nggak ada terpaksa harus beli tiket kereta yang harganya lumayan aduhai. Aku lumayan sering pakai car sharing, tapi booking-nya selalu sehari sebelumnya atau beberapa jam sebelum keberangkatan. LOL

Pukul 18:30 mobil yang aku tumpangi sampai di Krakow pusat kota, cukup dengan jalan beberapa menit aku sampai di Intro hostel Krakow yang sudah aku booked untuk 4 hari 3 malam (96 Pln). Kesan dari intro hostel, TOP! Aku bisa rekomendasiin ini hostel dari segi lokasi(tiga menit jalan ke main square), harga, kebersihan dan keramahan resepsionisnya. 🙂

 

H4; Auschwitz Concentration Camp, Oświęcim

Auschwitz I Birkenau
Auschwitz I Birkenau

Pagi-pagi pukul 08.30, setelah sarapan aku sudah beranjak keluar dari hostel menuju stasiun bis. Agenda aku hari ini adalah ke Auschwitz Birkenau, concentration camp terbesar di Eropa. Aku sudah booking tour untuk 3,5 jam seharga 45 Pln. Untuk Auschwitz tour kalian harus booking jauh-jauh hari dengan waktu yang bisa kalian pilih. Tour aku pukul 11.30 dan untuk menuju ke Oświęcim dari Krakow membutuhkan waktu 1:45 menit, jadi cukuplah perhitunganku. Keluar dari hostel pukul 08.30, jalan ke stasiun bis butuh 20 menit (tapi aku hitung 60 menit untuk foto-foto 😛 ). Perhitungan aku bisa naik bus pukul 09.30, jadi sampai Oświęcim pukul 11:15. Tapi jreng jreng!!! Karena ada perayaan di Krakow, bisnya nggak jalan. Panik dong. soalnya jadwal tour nggak bisa dirubah dan dikembalikan. :/

Selain aku, ada beberapa penumpang yang kehilangan tour. :/ Aku berusaha menelpon dan email ke operator Auschwitz tapi sayangnya, nihil! Alternativ lain karena bis ke Oswiecim nggak jalan adalah naik kereta, walaupun tetep aja telat! Setelah membeli tiket kereta seharga 21pln (harga 2x lipat tiket bis) , aku cuma pasrah berharap masih bisa mendapatkan tour di jam selanjutnya.

Pukul 12.00 (yang artinya telat setengah jam) aku bergegas berjalan menuju Auschwitz concentration camp dari stasiun kereta Oświęcim. Dengan berjalan sekitar 1 km aku sudah sampai di Auschwitz concentration camp. Terlihat sudah banyak antrean pengunjung, ada yang memakai private tour, ada yang datang tanpa tiket dan ada juga yang sepertiku, memesan tour langsung dari website museum Auschwitz Birkenau.

Tanpa banyak pikir aku langsung menghampiri petugas dan menunjukan tiket tour-ku yang terlambat 45 menit.

“Oh telat ya? Coba diurus ke resepsionis.” kata petugas tersebut mempersilakan masuk.

Setelah melewati pemeriksaan dan berkeluh kesah tentang transportasi di Krakow (biasa, aku hobby nge-drama kalau nggak mau rugi,LOL!), akhirnya petugaspun berkata, “Ya mau gimana lagi, kamu terlambat ikut tour. Jadi kamu harus jalan sendiri.” Sedihlah pokoknya, karena tour Auschwitz ini memang bagus sekali. Kalian bisa tahu detail cerita para tahanan nazi disetiap exhibition-nya. Dikarenakan tour Auschwitz aku hangus akhirnya aku beli buku panduan seharga 25 Pln. Lumayanlah daripada kehilangan arah dan nggak tau apa-apa dari concentration camp ini. Bedanya dengan concentration camp di Dachau dan Berlin mereka menyewakan audio guide, entah kenapa concentration camp terbesar di Eropa seperti ini tidak menyediakan audio guide.

 

Auschwitz I Birkenau
Auschwitz I Birkenau
Auschwitz I Birkenau
Auschwitz I Birkenau
Auschwitz I Birkenau
Toilet di Auschwitz I Birkenau
Auschwitz I Birkenau 
Auschwitz I Birkenau

 

 Auschwitz I Birkenau
Gas chamber Auschwitz I Birkenau
Auschwitz I Birkenau
Keadaan di dalam gas chamber Auschwitz I Birkenau

Setelah puas melihat exhibiton dari Auschwitz I Birkenau (aku salah perhitungan, karena telat dan nggak pakai tour aku butuh waktu lebih lama untuk memutari Auschwitz I, jadi dari pukul 12.30-15.00 aku baru selesai) aku menuju ke Auschwitz II Birkenau menggunakan shuttle bus (gratis) yang terletak 3km dari Auschwitz I Birkenau.

Di Auschwitz II Birkenau ini yang paling gila. Aku pernah ke Dachau concentration camp, Munich dan Sachsenhausen concentration camp, Berlin, tapi di sini aku baru melihat kegilaan Auschwitz II Birkenau. Di death camp seluas 75 ha yang kalian lihat hanyalah beberapa barack dan puluhan gas chamber. 💔

Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Barack Auschwitz II Birkenau
Auschwitz II Birkenau
Keadaan di dalam barack Auschwitz II Birkenau

Puas merasa gloomy, dengan cuaca hampir gelap dan kabut mulai turun,  akhirnya aku pulang dengan menggunakan bus dari Auschwitz I Birkenau. Bus (12 Pln) dari Oświęcim ke Krakow tedapat 10 menit sekali.

Ahh nggak bisa aku ungkapin gimana perasaan aku seharian itu. Pengen nangis, sedih, takut sampai pengen muntah (waktu aku lihat exhibition pameran rambut para tahanan yang dipotong dan dijadikan kain). 💔

Sesampai di Krakow kota, karena saking laparnya aku langsung makan di Milkbar. Milkbar adalah sebuah restaurant yang khas banget di Poland, milkbar dikenal dengan self-service restoran yang bisa kalian temukan dimana saja, salah satu Milkbar yang aku kunjungi adalah Tomasza Milkbar , menu yang disajikan adalah masakan asli Polandia, seperti Dumpling (kue pangsit yang isinya macam-macam). Harga makanan di Polandia termasuk murah, dengan 29 Pln aku sudah mendapat sup sebagai makanan pembuka, dumpling dan coke.

(PS: kalau mau ke Auschwitz aku sarankan untuk bawa bekal, karena saking excited-nya visiting aku sampai lupa makan. Nah pas sudah ingat lapar semua kios pada tutup di Auschiwtz, sedangkan perjalanan di dalam bis masih lama.)

Lengkaplah penderitaanku hari ini; bis nggak jalan, kehilangan tour, feeling gloomy seharian, kelaparan pula 🙁

 

H5; Free walking tour Jewish quarter & Old town

Old town, Krakow, Poland
Old town, Krakow, Poland

Pusat kota krakow terbagi menjadi dua wilayah; Old town dan Jewish quarter. Sebelum kedatangan orang yahudi, polandia merupakan negara dengan perekonomian yang tidak berkembang. Entah kapan tepatnya banyak orang yahudi yang berdatangan ke Krakow. Dan karena sang raja membutuhkan orang-orang yahudi untuk membantu pertumbuhan perekonomian negaranya, beliau memberikan sebagian wilayahnya untuk orang yahudi, oleh sebab itu terdapat “Jewish quarter”(cmiiw! Aku cuma dengar cerita ini dari Free walking tour)

Free walking tour? Yes! Setiap berkunjung ke sebuah kota atau negara Eropa aku selalu sempatkan untuk ikut free walking tour. Karena dengan free walking tour kalian bisa tahu lebih banyak tentang sejarah sebuah kota yang kita singgahi. Free walking tour itu “gratis”- istilahnya, tetapi nggak gratis-gratis banget. Kalian hanya diminta memberi tips seiklasnya untuk pemandu tour, kalau nggak mau kasih uang, kasih pelukan juga boleh 😀 (jangan dong, kasihan!). Free walking tour yang bisa aku rekomendasikan adalah dari Free Walkactive Tour , untuk jadwal dan meeting point bisa kalian lihat di website mereka. Di Krakow ada berbagai macam tour, nah yang Free Walkactive Tour ini pemandunya memakai payung berwarna kuning. Dan jadwal aku hari ini pukul 10:30 di Jewish quarter dan pukul 14.00 untuk Old town tour.

Di Jewish quarter suasana bangunan sudah terlihat berbeda, kesannya seperti bangunan yang kurang terawat dan banyak terdapat gereja Synagoge. Aku pribadi lebih suka suasana di Jewish quarter karena berasa lebih underground, LOL

 

Jewish quarter, Krakow, Poland
Jewish quarter, Krakow, Poland
Jewish quarter, Krakow, Poland
Jewish quarter, Krakow, Poland
Jewish quarter, Krakow, Poland
Jewish quarter, Krakow, Poland
Jewish quarter, Krakow, Poland
Jewish quarter, Krakow, Poland
Jewish quarter, Krakow, Poland
Ada yang ingat siapa nama pemuda yahudi yang muncul di scene movie Schindler list ini?
Ghettho Heroes Square
Ghettho Heroes Square

Jika kalian berjalan mengitari Jewish quarter dan menyeberangi sungai kalian akan sampai pada Ghetto square, dimana para korban dan pidana nazi diperiksa satu persatu; siapa yang sehat dan bisa bekerja dikirim langsung ke concentration camp, sedang orang-orang yang lanjut usia maupun balita dibunuh langsung di tempat ini. Tidak jauh dari Ghetto square terdapat Oskar Schindler’s factory. Saran aku sebelum ke Krakow, nonton dulu deh film-nya Schindler’s List pasti bakal lebih berkesan waktu mengunjungi Krakow.

Wawel royal castle, Krakow, Poland
Wawel royal castle, Krakow, Poland
Wawel royal castle, Krakow, Poland
Wawel royal castle, Krakow, Poland

Di Old town terdapat main square (alun-alun), gereja-gereja Eropa dan sisa-sisa dari kerajaan Krakow, mengunjungi Wawel royal castle sifatnya lumayan wajib, oh ya kalau kalian ke castle-nya jangan lupa cari tahu tentang cerita naga tersebut. 😀

Old town, Krakow, Poland
Old town, Krakow, Poland
Old town, Krakow, Poland
Old town, Krakow, Poland
Old town, Krakow, Poland
Old town, Krakow, Poland
Old town, Krakow, Poland
Old town, Krakow, Poland

Sekitar pukul 18.00 aku kembali ke hostel untuk istirahat sejenak. Jadi menikmati pusat kota Krakow dalam satu hari bisa-bisa aja sih, walaupun kurang puas.

Malam terakhir di Krakow, aku habis kan dengan makan malam di restoran yahudi bersama dua cewek yang baru aku kenal. Yang satu dari perancis (kenal di hostel) dan satu lagi dari vietnam (kenal waktu free walking tour Oldtown). Setelah free walking tour di Jewish quarter, aku langsung reserved meja di restoran ini buat aku sendiri(kalau mau ke sini wajib reservasi). Eh tiba-tiba pada mau nimbrung, yah lumayan dong ada temennya dan dapat kenalan baru lagi. :D. Restoran yang kami datangi bernama Dawno temu na Kazimieru yang terletak di Jewish quarter. Walaupun lokasinya berada di tengah-tengah Jewish quarter, tapi restoran ini lumayan susah untuk ditemukan, karena papan namanya beda. Hahah! Restorannya mempunyai dekorasi unik dan setiap malam terdapat sajian live music (kurang tau musik mana yang dimainkan, tapi sepertinya musik yahudi).

Makanan juga enak, tidak begitu murah untuk ukuran Krakow, tapi masih murah untuk ukuran negara Eropa. Dengan 46 Pln (belum tip) aku mendapatkan Kawior Zydowski (caviar), Misz masz Jeroz (mix plate meat-daging jeroan, LOL) dan israel wine.

Jewish restaurant
Jewish restaurant
Honey beer with ginger syrup 😀

Oh ya Poland terkenal dengan vodka-nya, bagi yang mau coba terdapat banyak pub crawl atau polish vodka tasting, nggak tau harganya berapa, aku sih nggak nyobain kali ini, takut bablas. LOL

H6; Go Home

Pukul 05:30 aku sudah menuju stasiun Glowny Krakow untuk menuju airport. Malam sebelum terbang aku biasa check-in online untuk menghemat waktu. Yapp!! Traveling kali ini menurut aku seru banget, ada suka, ada dukanya. Salah satu itinerary yang belum bisa kesampaian adalah ke Salt mine, tapi lain kali aku bakal ke Krakow lagi dan meluangkan waktu lebih lama di Zakopane.

Jadi buat kalian yang mau nyoba traveling sendirian, travel sendirian itu fun banget dan buat aku itu merupakan “me time”! Aku kurang bisa traveling sama orang yang belum begitu dekat, soalnya aku emang nggak suka diikutin dan mengikuti. LOL! Daripada nanti ujungnya nggak enak hatikan. 😛

Terus kalau misal kalian punya kejadian seperti aku, seperti bis nggak jalan, atau jadwal pesawat telat,kuncinya kalian harus langsung sigap mencari alternativ lain biar nggak kehilangan waktu. Tanya kanan-kiri dan nyasar kemana-mana asik juga kok.

Seperti yang aku sudah janjikan, aku sudah rincian pengeluaranku selama traveling! Seberapa murah sih Eropa timur? Ingat, gaya traveling orang beda-beda, aku nggak bisa mengkategorikan aku traveler hemat atau boros, standarlah kalau aku bilang- kan liburan harus dinikmati. Aku memang orang paling ribet kalau masalah pilih hostel/hotel dan makan. Maksudnya maunya hostel/hotel yang reviewnya Top (kamar mandi harus selalu bersih) dan makanan lokal yang enak dong, walau kadang kalau sudah jalan aku sering lupa makan. Nah berikut rincian pengeluaran pokok; hostel, transportasi, makanan, snack dan sightseeing. Happy traveling all!!🙂

Ps: aku selalu dapat hostel/hotel murah dari booking.com dan airbnb, kalian bisa “klik”  linknya untuk dapet travel credit dari akun aku.

 

Rincian biaya Zakopane – Krakow (6D5N)

H1; Krakow airport Zakopane
Tiket pesawat Berlin (Germany)- Krakow(Poland) 5
Transportasi kereta Krakow airport – Krakow Glowny 9
Makan siang di Jagienka 19,2
Bis Krakow Glowny- Zakopane 20
Supermarket (air putih, makanan instant, snack) 3,3
Taget hostel Zakopane (3d2n) 90
Makan malam di Zakopane 17 163,5
H2; Zakopane, Gubalowka
Funicular railway ke Gubalowka pp 23
Makan siang di Gubalowka 26
Sewat alat ski(2jam) + pelatih (1jam) + skilift (15x) 115
Sandwich 2x (bekal trekking) 22
Supermarket (coke, airputih, coklat, snack) 19,18 205,18
H3; Morskie Oko
Bus Zakopane- Morskie Oko 10
Tiket masuk Tatra national park 5
Naik kuda (turun gunung) 40
Bis Morskie Oko – Zakopane 10
Car sharing Zakopane – Krakow 16
Intro hostel Krakow (4d3n) 99 180
H4; Auschwitz.concentration camp, Oswiecim
Kereta Krakow Glowny ke Oswiecim 21
Auscwhitz concentration camp tour 45
Bis Oswiecim ke Krakow 12
Makan malam di Milkbar 29 107
H5; Krakow Jewish quarter – Old town
2x Freewalking tour 20
Makan siang di christmas market 15
Snacking di christmas market 7
Makan malam di Jewish quarter 46 88
H6: Pulang ke Berlin
Kereta Krakow Glowny- Krakow airport 9
Sarapan di airport 35,8
Tiket pesawat Krakow (Poland)- Berlin (Germny) 10 54,8
Total Pengeluaran 798,48 Pln


*1 Pln = 0,23€ / 3949 Idr (01.2018)

 

Facebook Comments

4 thoughts on “Itinerary 5 days in Zakopane – Krakow, Poland + Price breakdown!”

  1. Astagaaa pas banget mbaknya mampir ke blog akuh eh akuh mampir kesini pas tulisannya yg aku butuh banget. Rencana tahun ini Insya Allah ikut Berlin Marathon, september 2018 lalu mau jalan sekalian ke Poland dsk dan Balkan. Wihhhh pentinh banget nih aku baca di Poland ngapain aja. Btw pernah ke Negara2 Balkan mba? Mau cari-cari info nih ehehe. Tks u

    1. Aku blm pernah mb ke negara balkan. Baru kali ini explore eropa timur. Muraaahh bgt. Ke zakopane mb buat main ski, muraaahh.hahha. Eh mb aku tinggal di Berlin, kl mau bisa meet up:)

  2. Hallo mbak, tiket saya 20 Sampai 28 nov 18 via berlin mau ke Zakapone dan Krakow mengikuti itinerary mba, dapat tiket jakarta berlin pp 6 juta naik scoot, target hostel gak dapat tanggal segitu, kalo intro hostel dapat, mau tanya apakah naik bis dari zakapone ke berlin worth it ? Bisa ketemu lunch atau dinner di Berlin? Boleh minta no whats App nya mba ? Saya suka solo travelling, Tonny Tan, Indonesia

    1. Hallo, menurut aku lama but dr zakopane ke Berlin pakai bus, minimal 11,5 jam dan bisnya selalu transit di Krakow. Knp g stay di Krakow dlu balik ke Berlin. Coba check blablacar biasanya lebih cepet sampai nya (tapi bookingnya memang harus mepet2 waktu) atau pakai ryanair dr krakow. Btw kl g dpt target hostel , top hostel jg bagus (tp biasanya beberapa minggu lagi pasti ada kamar di target hostel (soalnya kan sering ada yg cancel, pantau aja di booking.com atau apps yg lain). Iya boleh, nomer whatsapp via email yaa,, salam kenal. Kartika

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons
%d bloggers like this: