Hai! Selamat datang kembali, artikel ini masih merupakan kelanjutan dari “26 Hari menaklukan Eropa bersama emak!”, kali ini aku bakal kasih tahu bagaimana cara membuat visa schengen Jerman dan bagaimana cara mengundang keluarga/ kerabat ke Eropa. Artikel ini aku tulis berdasarkan pengalaman pertama aku, jadi kalau ada kekurangan mohon ditambahi ya. 😀  Untuk kalian yang menetap di Jerman dan ingin mengundang keluarga atau kerabat silakan lanjut baca paragraf yang akan lumayan panjang dan agak lebar. 😀

Indonesia itu indah, lebih indah daripada negara manapun. Dan menurutku menjadi warga negara Indonesia itu susah, susahnya karena kesaktian paspor hijau kita bisa di katakan belum seberapa. Makanya mau kemana-mana harus membuat permohonan visa, enggak semua sih, tapi hampir sebagian besar. Nggak percaya? 😀

Visa requirements for Indonesian citizens

Setiap kali mengajukan permohonan Visa, perutku pasti selalu mulas apalagi kalau lagi antre panggilan wawancara di kedutaan. Setelah wawancara berlalu dan visa di tangan, baru deh sumringah. 😀

Selama enam tahun tinggal di Jerman, jujur aku belum pernah ada pengalaman membuat visa schengen. Baru kali ini waktu mengundang emak ke Eropa, terasa deh mulasnya menantikan visa yang di proses. Makan nggak enak, tidur pun tak nyenyak, padahal dokumen juga sudah lengkap. LOL

visa schengen jerman

Syarat pertama sebagai pengundang adalah sudah menetap di Jerman dan mempunyai pekerjaan dengan nominal penghasilan yang ditentukan. Menurut pendapatku, terkadang visa kalian lebih gampang ditolak ketika menggunakan undangan. Jadi jangan terlalu bermimpi banget minta diundang.  Kenapa? Karena waktu kalian melakukan pembuatan visa, di kedutaan benar-benar ditanyakan apa hubungan kalian dengan si-pengundang. Sewaktu emakku diwawancarai, pegawai di kedutaan memeriksa akta kelahiranku; apakah ada tertera nama emakku, kapan terakhir kali aku kembali ke Indonesia dan berapa lama aku sudah bekerja di Jerman. Si emak pun sampai protes gara-gara wawancara pembuatan visa schengen Jerman lebih serem daripada ujian thesis.” LOL

Jadi untuk PENGUNDANG (yang bertempat tinggal di wilayah Jerman) yang harus disiapkan adalah:

  1. Formulir untuk mengundang, yang biasanya bisa kalian download di website pemerintah masing-masing kota.
  2. Slip gaji tiga bulan terakhir dan rekening koran (waktu itu aku sengaja nggak bawa rekening koranku sih soalnya lagi minus *LOL dan Alhamdulillah LOLOS). Untuk mengundang 1 orang gaji bersih kalian  minimal 1178€, dua orang  minimal 1506€, dst. Dan kalau kalian tidak mempunyai pekerjaan, kalian harus memiliki uang di dalam tabungan; untuk mengundang satu orang: minimal 14.140€, dua orang 18.090 €, dst.
  3. Paspor dan surat izin tinggal
  4. Biaya pembuatan undangan 25€

Untuk informasi lebih lanjut, bisa kalian lihat di link ini untuk kota berlin atau klik di sini untuk kota lain.

Susah atau gampang untuk mengundang orang? Sangat mudah! Kalau semua persyaratan sudah kalian penuhi nggak sampai 5 menit kalian sudah mendapatkan lembar undangan, yang dinamakan Verpflichtungserklärung dan surat sakti ini harus kalian kirimkan lewat pos ke Indonesia. Yang di mana biaya pengiriman dokumen lebih mahal daripada biaya pembuatan undangan 69,90€ . Karena ini surat yang lumayan penting jadi aku sarankan untuk kirim via DHL Paket Express, bisa dikirim lewat Pos biasa tapi nggak ada jaminan kalau surat tersebut bisa sampai ke tangan yang di-undang.

Cara lebih murah untuk sampai dengan aman adalah dengan menitipkan surat tersebut ke pelajar Indonesia atau orang yang mau mudik ke Indonesia, biaya mungkin hanya 10€-15€.


Setelah surat undangan sampai ke Indonesia lebih baik jika orang yang diundang langsung mengajukan permohonan visa. Aku sarankan proses mengundang dan membuat visa dibuat enam bulan sebelum keberangkatan. Waktu itu emakku berangkat ke Jerman bulan April dan beliau mebuat visa bulan Maret, sumpah mepet dan bikin senam jantung selama dua mingguan, jangan ditiru!

Bagi yang DIUNDANG, yang harus dipersiapkan adalah:

1. Buat janji di kedutaan Jerman, emakku membuat visa schengen Jerman di konsulat Jerman di Bali ,untuk pembuatan janji cukup dengan via telepon dan yang harus diketahui biaya pembuatan visa lebih mahal daripada di Jakarta.

2. Tiket pesawat, sebenarnya cara yang paling aman adalah beli ke agen perjalanan dengan reservasi tiket pesawat, jadi semisal visa kalian tidak di-approve kalian tidak akan kehilangan uang tiket pesawat. Tapi mungkin aku terlalu anti dengan  agen perjalanan, jadi nekat-nekatan aja beli tiket pesawat. Semisal kalian menemukan tiket yang murah dan merasa bisa memenuhi persyaratan untuk membuat visa, langsung deh beli itu tiket. Biasanya aku cari tiket di skyscanner karena lebih gampang membandingkan harga. Cara lain yang paling aman, kalian bisa menggunakan “dummy ticket”.

3. Formulir permohonan visa Schengen,

visa schengen jerman

kalian bisa mengisi online di sini lalu dicetak, ingat pengisian harus dilakukan dengan teliti tanpa ada kesalahan SATU HURUF PUN. Sewaktu aku mengisikan online untuk emakku, terdapat satu kesalahan pada penulisan siapa yang mengeluarkan paspor. Karena nila setitik, emakku harus mengisi formulir online ulang dengan handphone and that was so heftig moment for her! :/ Kalian bisa melihat cara pengisian formulir online di sini.

4. Belehrungen Reiseverlauf sejenis pernyataan Itinerary (correct me if I’m wrong) yang harus kalian tandatangani.

5. Itinerary,

visa schengen jerman

sewaktu di konsulat beliau harus mengisi kolom formulir negara mana yang akan dikunjungi selain Jerman. Kalian tinggal isi rentan waktu mengunjungi negara tersebut berserta reservasi hotel. Dari sini mungkin terlihat susah, karena siapa juga yang mau reservasi hotel jika visa belum dikeluarkan. Jika kalian belum tau pasti negara mana saja yang akan dikunjungi namun sudah harus membuat visa, kalian bisa membuat dummy-itinerary, nggak usah terlalu banyak negara cukup tiga negara saya biarreservasi hotel yang akan kalian batalkan tidak terlalu banyak. Kalian bisa melakukan reservasi hotel dan di filternya kalian pilih free cancellation dan no prepayment. Tapi jangan lupa dibatalkan sebelum batas waktu yang ditentukan.

6. Pas foto 3,5 x 4,5 cm (background putih / abu2 muda) di tempel di formulir + 1 buat kedutaan.

7. Paspor yang masa berlakunya masih lama.

visa schengen jerman

 

8. Asuransi kesehatan, aku waktu itu ambil dari secure-travel, yang mau aku jelasin pilih yang Selbstbeteiligung Leistunge : Nein, walaupun mahal sedikit tapi nanti kalau misal kalian sakit dan harus kedokter kalian tidak harus membayar biaya rumah sakit lagi. Kalian juga bisa memilih yang dari Indonesia.

9. Biaya pembuatan visa, kalau kalian membuat visa di Jakarta biayanya hanya 60€, tetapi jika kalian membuat visa di Bali, Surabaya maupun Medan akan dikenakan biaya tambahan sekitar 30€.

10. Rekening koran, jika kalian mendapat undangan dari kerabat maupun saudara di Jerman,  tidak ada ketentuan berapa uang yang harus kalian miliki, tapi tetap harus melampirkan rekening tabungan. Banyak yang tanya berapa minimal rekening tabungan yang harus ada di dalam rekening, aku nggak bisa bilang sih berapa uang yang harus ada di dalam rekening kalian, biasanya tergantung dengan jumlah hari kunjungan kalian juga, misal kalikan saja 50€ dengan jumlah hari kunjungan kalian selama di Eropa. Mempunyai banyak uang di dalam rekening belum menjamin visa kalian akan disetujui, yang paling penting adalah ada uang masuk stabil setiap bulan di rekening kalian.

11. Surat undangan, jika kalian ada yang mengundang. Minta juga kepada si pengundang untuk melampirkan surat undangan tertulis disertai tanda tangan, contohnya seperti ini —Einladung.

12. Surat keterangan cuti dan masih kerja, memang ini tidak disertakan di dalam website kedutaan Jerman, tetapi kertas sakti ini dapat membatu kelancaran kalian dalam membuat visa. Sewaktu si emak wawancara pembuatan visa, petugas dari kedutaan lumayan mempersulit karena jumlah kunjungan melebihi dari jumlah hari keterangan cuti, untuk menanggulangi hal yang tidak diinginkan emakku nyusulin surat cuti tambahan deh. 😀

 

Untuk keterangan lebih lanjut bisa kalian check di website kedutaan Jerman di Jakarta atau di sini. Proses pembuatan visa dapat memakan waktu minimal dua minggu. Setelah visa kalian di setujui baru deh kalian menyusun itinerary yang lebih matang

Viel Glück!!! 😀

Facebook Comments

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons
%d bloggers like this: